Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Lotek & Gado Gado Teteg

Menempati areal yang lapang di bawah pohon Sambi yang rindang, tepat di seberang SPBU Baciro Yogya; kemarin sore Sagu Onito menyambangi Lotek dan Gado-Gado Teteg yang mulai berjualan sejak pukul delapan pagi, terutama bagi gado-gado’s seeker 😀 . Hmm Teteg karena berdekatan dengan Teteg Sepur (kawasan Stasiun Lempuyangan); palang pintu kereta api. Mungkin biar penikmat lotek maupun gado-gado di tempat ini secara tak langsung ikut bergetar di sela-sela perpaduan suara roda dan rel.

Ciri khas dari warung Lotek & Gado-Gado Teteg berupa cobek dengan diameter 80 cm

Rasanya yang pas di lidah, pas di kantong dan tanpa penyedap ras ‘yang aneh’; wajarlah jika konsistensi membuat warung lotek dan gado-gado ini mampu bertahan di tengah berjamurnya usaha kuliner Yogya. Warung makan puluhan tahun ini buka pagi pukul delapan dengan menu gado-gado lebih dahulu, baru sekitar pukul setengah sebelas, konsumen sudah bisa melahap lotek. Pak Untung, sang pemilik sekaligus pengeola warung, sebelumnya tak memahami masak-memasak mengingat awal profesinya adalah sopir serabutan. Namun sejak diperbantukan menjadi juru masak di hotel Ambarukmo (sekarang, Royal Ambarukmo), maka rasa percaya diri pria kelahiran Yogyakarta ini muncul perlahan tapi pasti. Every man’s got a breaking point. Warung Teteg sebelumnya bernama Warung Sederhana yang sudah empat kali pindah tempat bahkan sempat beberapa bulan buka cabang di Kalasan. 

Shawshank Redemption quotes selain makanannya yang pas di lidah dan kantong, ada lagi hal unik di Warung yang tutup jam 5 sore ini, adaaalaaaah cobek / ulekan yang berdiameter 80 cm (tebak beli dimanaaaa?). Gokil nggaaa seh. Sebagai orang yang sedang gemar menulis fiksi, saya sering iseng melakukan observasi lewat media sosial agar lebih meliarkan materi tulisan. Bahasa sederhananya, diperlukan data-data dari kehidupan nyata, untuk beberapa ‘bidang’ yang cukup heitsss belakangan. Termasuk data kuliner tentunya. Hingga saya sendiri bisa melihat bahwa kehidupan nyata dan bumbu-bumbunya itu jauh lebih fiksi ✊🙃🌝. Ya itulah hidup, lebih kepada pilihan, panggilan lalu tumbuh menjadi first, second or many next love. No matter how, let it flow.

Suasana

Jarak tempuh lokasi dari tempat populer di Jogja:

  • Malioboro: 2.8 Km
  • Stasiun Lempuyangan: 0.5 Km
  • Stasiun Tugu: 2.1 Km
  • Bandara Adisucipto: 7.6 Km
  • Terminal Jombor: 7.2 Km
  • Tugu Jogja: 2.6 Km
Scroll to top
WhatsApp chat