Kane and Abel

Saya baru kelas tiga SMP di sekolah negeri di Ambon,
ketika mulai membaca kisah bersambung yang sempat diterbitkan harian Kompas.

images
..... Penerjemahnya pun mas Joko,
seorang yang ramah, yang sempat berbincang sebentar hanya 2 bulan, 
saat saya masih 'tekun' menjadi kompasioner.
Kane dan Abel adalah cerita pertama yang dibaca dengan perspektif yang berbeda.
*Sangat.. Oleh karena,  bacaan yang biasanya dilahap : Lima Sekawan,  Lucky Luke, Binky, Tanguy & Laverdure,  
Nina, Asterix, Majalah Bobo, CergamHagemaru. cerita itu bergambar dan mengambil sudut pandang \
anak – anak dan remaja tanggung.

Sang penulis terlihat piawai dalam menulis. Di dalam benak saya alur cerita dalam novel itu ,
bagai kepang gadis kecil yang saling silang tapi akhirnya bertaut di ujung kunciran, dengan hiasan pita warna
campuran hijau muda, hijau stabillo dan pink shocking fanta. 
Sungguh menarik membaca kehidupan tentang dua orang yang bersisian di dua lokasi yang berbeda. 
Terkadang mereka berhenti di sebuah titik entah sebagai lawan atau kawan,
sahabat atau musuh.. (Masing-masing emang bertalenta)

Paralel**

Cerita Kane and Abel bermula sejak dua tokoh utama lahir. Abel lahir di Benua Eropa, 
sedangkan Kane lahir di Benua Amerika. 
Pada usia belia, keduanya sudah ditinggal mati orang – orang yang mereka cintai. 
Ketika dewasa mereka sama – sama menamakan anak – anak pertama mereka  dengan nama para mendiang. 

Perjuangan hidup mengantar Abel menginjakkan kakinya di Amerika. 
Dalam perjalanannya kemudian, masalah keuangan perusahaannya menyeretnya terlibat 
dengan bank dimana Kane bekerja.  
Pihak bank tidak mau memberi modal tambahan kepada pihak hotel di masa resesi ekonomi akhir tahun 20an itu. 
Abel menyalahkan Kane atas kematian direktur utama hotelnya. 
Pada saat bersamaan, Boston , 4 Februari 1930 Kane memberi bantuan finansial 
untuk menyokong usaha perhotelan Abel secara rahasia. 
Tapi sudah kepalang tanggung, Abel “yang buta” mulai menaruh kebencian pada Kane.

Dalam kurun dua puluh lima tahun permusuhan itu, 
ada suatu masa mereka malah saling membantu. Tanpa pamrih.  
Tanpa pernah mengenal satu sama lain, misalnya: Jerman 1945 dalam Perang Dunia Kedua Kolonel;
.. Abel Rosnovski menyelamatkan Kapten William Kane yang tubuhnya penuh balutan perban.

Namun, mereka tidak tahu. Mereka tetap “berperang”. 
Hingga pada akhirnya Abel berhasil menggulingkan Kane dari jabatan presiden direktur 
di Bank Lester. 
Kemenangan gemilang yang justru tidak dinikmati Abel.  
Sementara bagi Kane kejadian itu tidak dipungkiri sangat memukul.“Saya telah dibuang keluar bankku sendiri,” 
tangisnya. “Dewanku sendiri tidak lagi mempercayaiku. …”

Penyesalan

Membaca itu di usia empat belas tahunan sungguh membuat saya resah atas nasib Kane dan geregetan dengan ulah Abel. Seharusnya nasib tragis para tokoh itu tidak usah terjadi supaya hidup tokoh – tokoh itu tetap harmonis. Inginnya nama investor anonim yang membantu keuangan Abel dikuak oleh si pembawa rahasia. 
Namun tahu apa saya? Jeffry Archer, sang penulis membiarkan si pembawa rahasia 
dibebani kode etik perusahaannya untuk tutup mulut dan jadi penonton atas 
permusuhan Kane dan Abel yang semakin lama semakin penuh kebencian 
dan menghancurkan... Hahaha

Tapi dipikir – pikir bila jalinan cerita tidak diatur begitu sebagai anak bau kencur 

saya mungkin tidak terkesiap dengan bab percintaan Richard Kane dan Florentyna Rosnovski. 
Anak dua musuh bebuyutan yang malah saling jatuh cinta, melarikan diri dari keluarga masing – masing, dan menikah di ujung dunia lain. Keduanya bertahan di rimba raya 
tanpa dukungan finansial orang tua masing – masing. Mereka jadi pengusaha sukses dan siap membuka 
butik baru di Fifth Avenue, New York, kampung halaman mereka. 
Dalam keyakinan mereka para ayah yang keras kepala tidak akan bergabung merayakan acara pembukaan itu, meski undangan telah disampaikan.

Akan tetapi, yang tidak mereka ketahui, William Kane melangkahkan kaki menuju dan memandang anak dan menantunya dari kejauhan. Setelah dirasa cukup menikmati, 
Kane pulang. Berpapasan dengan orang tua bergelang perak.
Mereka saling mengangkat topi dan melanjutkan jalan mereka yang terpisah tanpa sepatah kata pun.

Gelang perak! Masa lalu berkelebatan.
Dalam benak Kane, sekejab semuanya cocok. 
Pertemuan mereka di Plaza, Boston, lalu Jerman dan kini di Fifth Avenue.  
Bermula di Hotel Plaza (usai wisuda SMA) Kane melihat seorang pelayan restoran hotel 
bergelang perak. Lalu, Boston, 4 Januari 1930 samar – samar,
Kane mengenali gelang perak yang dikenakan kliennya meskipun tak pasti dimana pernah melihat. 
Terakhir, di Jerman, Februari 1940 Kapten Kane melihat gelang yang sama melalui 
balutan perban di wajahnya. Perlu puluhan tahun untuk sadar bahwa ia telah diselamatkan 
kolonel gendut dan maaf.,
pincang yang sebenarnya bertugas mengurusi ransum para prajurit dari garis depan pertempuran. 
Gelang itu menjawab kesia – sian “pertempuran mereka” Semua tertuju pada satu orang yang sama 
yaitu Abel Rosnovski.

Di lain pihak, pada hari yang sama Kane menghembuskan napasnya yang terakhir dalam keadaan puas, tenang dan damai,  sepucuk surat wasiat dilayangkan kepada Abel. Wasiat itu membongkar kedermawanan Kane pada Abel bertahun – tahun silam.

Abel hanya bisa berdiri tersembunyi di belakang para pelayat untuk menyampaikan rasa hormat terakhir 
pada jenasah Kane.
 Yang dilakukan selanjutnya adalah mengundang anak dan menantunya ke rumahnya.
 Menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya Kane. Menumpahkan rasa dalam benaknya 
    bahwa tak selintas pukas terbesit bahwa Kane adalah penolongnya di masa lampau; 
dan betapa di dalam hati kecilnya ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi.
 Menyingkap pertemuannya dengan Kane di jalan pada perayaan toko baru Florentyna. 
Mengakui  secara rinci kesalahannya selama bertahun – tahun. 

Penyelesaian**

Kane and Abel sudah membekas selama dua puluh tahunan. Fiksi dengan 
terlalu banyak kebetulan dan persimpangan, tapi itu salah satu cerita yang indah dan saya sangat suka.

Hidup kita bersisian, Teman! Biar sejenak. Bersinggungan. 
Mungkin saling melukai. Tanpa disengaja tentunya. Saya tidak mau kita jadi seperti Kane & Abel 
yang saling mengganggu dan menyakiti. Saya tidak tahu apa – apa tentang masa depan 
kecuali berbuat hal baik (InsyaAllah) di masa kini 
dan berusaha memperbaiki hal – hal buruk sedikit demi sedikit. 

IMG_2903
Biarlah si pembawa rahasia yang menjawab takdir kita. 
Mari kita jalani hidup ini dengan keikhlasan...! CIAO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Scroll to top