Okta, si Marmut dan Rinda

14 bulan kemudian **

...Hanya waktu bisikkan aku
  Bawa serta ku bermimpi, senyum merekah

Indah tersirat, kubelai temani jiwa..”Ingin bersamamu menari, bernyanyi lagu damai mimpi..
Tersenyum nuranimu harum nafasmu mewangi hiasi mimpimu.."
        Okta masih tenggelam dalam lamunan dengan lagu dr.PM lewat 
MP3playernya, lalu tiba-tiba dikagetkan Syaoful. 
“Marmut, ni catatan pendek buat lo nge-mc inagurasi.” Syaoful menyerahkan beberapa catatan.. 
                "Oh ya Mut, lo kan nge-mc pembukaan aja tuh gak sampe 10 menit bung, abis itu kata ketua senat,   lu nyambi motret yeee."       
Syaoful setengah teriak sambil melengos ke toilet.
       Tak lama kemudian, truk militer kodam Jaya yang dipinjam Aranyacala Trisakti tiba 
di halaman kampus. Rahman, Tikus dan Okta
serta panitia inagurasi lainnya segera mengatur pemberangkatan rombongan. 
Mereka semua dibagi atas dua regu, masing-masing berisi sepuluh orang anggota. Okta dan teman-temannya 
kebagian regu Pencak catur mewakili fakultas ekonomi 
sedangkan pencinta alam betulan berada di Regu Aranyacala. 
      Setelah zuhur, truk bergerak ke ciputat, menembus Parung  Bogor 
dan menyusuri desa Pamijahan di kaki gunung Bunder. Mut, jimat lu nih gue bawa.” teriak Rahman sambil 
mengacungkan minyak angin merk Pak Pung Oil di tangannya.  
Ruang penumpang truk dikuasai paduan suara di bawah pimpinan Dody yang merangkaikan 
petikkan gitar di kunci c-G7-C-F. Suara Bataknya aduhai, pecah dan cetar!!
Empat hari kemudian,
Rinda **

        Memang mungkin betul kata orang, cinta itu bisa membuat orang yang kuat menjadi lemah 
dan membuat yang lemah menjadi kuat. Halah.. Cinta apanya, kenal juga baru sehari hahaha… 
bahkan baru 7 jam yang lalu, sejak jam 8 malam tadi. Jelas memang sih wajah Pakistannya yang ganteng, 
hidungnya yang bagaikan pinokio (kelihatan meskipun hanya lima belas menit 
via skype) sesaat membuat terpikat. 
Tapi setelah berbincang lebih jauh, mendengar bacaan Qur’annya yang begitu merdu 
dan tartil, sikapnya yang sopan akhirnya muncul juga perasaan bunga-bunga asmara itu di hati … 
       Namanya juga dunia maya, rasanya yang jauh pun bisa terasa dekat. 
Tapi, selama yang lokal saja belum habis, nggak perlulah 
rasanya saya repot-repot import dari Pakistan, gumam Rinda. 
       Tiba-tiba sekujur tubuh Rinda gatal-gatal. 
                          Ia memang alergi pada perkawinan. 
       Hal yang dibicarakan sejam lalu dengan ibunya saat sarapan. 
       Lho beneran jadi bentol besar warna merah memenuhi kulit lengan dan badannya. Jam di pergelangan 
tangannya hampir menunjukkan pukul 09.30, masih ada waktu ke apotek dulu barulah 
menjemput sepupunya di bandara. Hampir 11 tahun, Rinda dan Andri tidak lagi 
berjumpa bahkan di era media sosial pun, Andri sangat jarang aktif. 
Mereka berdua saling menyayangi, apalagi sejak Andri yatim piatu. 
Ibunya, adik papanya Rinda, meninggal akibat kanker rahim yang sudah diderita 
sekitar enam tahun. 
Andri dan Rinda memiliki tante, seorang dokter yang sibuknya minta ampun.
Belum menikah, tapi kedua keponakannya ini sangat menyayanginy
            Terakhir kali Andri mengontak Rinda bulan lalu lewat email. 
      Di sepanjang perjalanan, Rinda telah disuguhi pemandangan antrian kendaraan 
yang 500 meter ke arah apotek tujuannya. 
Tak perlu berpikir dua kali, Rinda banting setir ke arah bandara. Sudah tanggung, semoga ada 
klinik di sepanjang jalan kesana ya Tuhan. Tiba-tiba dari arah timur muncul Yamaha Alfa secara mendadak,
helm hitam dop hanya terlihat melayang menabrak spion kanan mobil Rinda dan prakkk...!

**
      Rahman berhenti memfrothing susu, sembari menoleh ke arah rekan-rekannya. 
"Dy, lu yakin Okta nggak geger otak kan?" Dody hanya mengangkat alisnya pelan sembari menyikut lengan Rahman,
doi lupa Rahman habis ditato tadi pagi, jelas aja ngeselin.
     Terjadilah kejar-kejaran di kedai susu Rahman yang masih patungan sama abang satu-satunya.
      Andri terlihat tenang menyeruput sisa American cappuccinonya. 
Sebaliknya, Rinda masih terlihat gelisah, bahkan mama sampai empat kali menelepon sore ini.
 "Nda, sudahlah kamu sekarang istirahat ya. Kamu mau tiba-tiba jadi sakit parah 
kayak temen kantor gue bulan lalu? Temen gue, Drey tiba-tiba diopnme setelah dua hari penuh kagak merem, 
catetin makna algoritma ama itu dugaan-dugaan kasar password laptop pacarnya. 
Lagian bego juga sih, pacarnya hobby ngepassword aneh. 
Pakai campuran bahasa Inggris dan Indonesia yang disingkat, dikombinasi dengan jeda spasi bersimbol huruf vokal pada digit pertama, ketiga, keempat dan kesembilan.
Manusia nggak sih tuh orang?" cerita Andri singkat. 
"Ya manusia lah. Laptop gue aja gue namain Sharuk Khan." Rinda menjawab Andri, datar banget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top