Okta Siuman

”Emang Drey temen elu itu sakit apaan Ndri gara-gara nggak tidur dua malam?” tanya Rinda.
“Ambeien akut.” Andri tertawa kencang.

      Tiba-tiba perawat memanggil Rinda dari balik kamar inap Okta. “Mbak, mas Okta sudah siuman. 
Saya juga sudah memberikan suntikan menurut petunjuk dokter. Pendarahan otak mas Okta telah berkurang, lalu luka di kening akibat pecahan kaca juga sudah mengering sempurna mbak. Proses ini termasuk mujizat.
Oh ya, dokter Santi, menunggu mbak di kantin."
Perawat yang sudah seusia mamanya Rinda tersenyum lalu meninggalkan ruangan.
Rinda dan  Andri masih saling berpandangan,
Setelahnya., mata Rinda dan Okta beradu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Scroll to top