“Okta, there’s nothing simple, when I’m not around you…”

”Keputusan baik untuk papa dan menyesakkan Okta. Belum lagi
percakapan sore dengan Padma. “
Sore itu Padma mengenakan 
gaun terusan zig zag biru putih dan sepatu platform cream, yang membuatnya makin anggun.
"Ta, minggu lalu harusnya aku sudah berangkat ke rumah nenekku di Solo. Orangtuaku bercerai 
dan aku pilih tinggal dengan nenek saja. Tapi karena aku merasa 
belum mengatakan perpisahan denganmu bahkan belum memberi kado ultahmu, aku sengaja menunda keberangkatan. 
Ta, ini novel favoritku, simpan baik-baik ya… 
Pernah kamu meminta agar aku menemanimu untuk melakukan sesuatu, maaf aku lupa
    dan tak bisa tanpa menjelaskan apa alasannya. 

||I'll give in completely. Hearts break so easy.
  I know. Believe me. Oh, I've tried ||


Maafkan lagi, aku belum bisa berkorban karena waktuku juga sangat sedikit untuk mengikuti tes gelombang terakhir di Universtas swasta Yogya. Selamat tinggal. Sampai ketemu. lanjut Padma. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top