Hidup Okta sebelas tahun kemudian

Viera sangat antusias dengan lomba scrapbook yang diiklankan online dua minggu lalu.
Lomba yang  dikhususkan bagi pelajar berusia 8-15 tahun ini pertama kali diberitahu oleh papanya via skype, 
waktu beliau sedang tidak di Indonesia. Ragil Marmut memang selalu antusias mendukung 
bakat anaknya yang semakin terlihat. 
Sebagai seorang ekonom mumpuni, Marmut yakin benar kalau anaknya tidak mewarisi bakatnya, 
bahkan hal tersebut sesumbar dipamerkan pada rekan-rekannya.
Viera mewarisi bakat ibunya, Rinda

Minggu pagi, setelah mantap dengan persiapan lombanya yang hampir 95%, 
Viera menuju dapur hendak sarapan. Rumahnya yang luas pagi ini lenggang. 
Teras persegi, jendela banyak dengan genting hijau tua selaras dengan rumput bergelombang 
di halaman rumahnya yang terkesan Renaisans karena ,
terdapat air mancur presisi di sentral taman, 
membuat Viera sebenarnya malas keluar rumah untuk mencari sarapan ke warung seberang kompleks. 
Ibunya sedang pengajian dan sengaja mereka tidak memakai pembantu dua tahun belakangan. 
Ibu berangkat sangat pagi, karena pengajian kantornya diadakan di Bogor.

TingTong, bunyi bel...


 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top