Nilam-Tiga

Begitulah kira-kira perasaan cintaku padamu Sang pemilik kiblat di langit yang merah ranum seperti anggur, rinduku berbuah lara… Nilam hari ini letih, bukan karena kehujanan 3 malam berturut-turut tapi karena bertemu sosok mistis yang tipis-tipis , membuatnya bingung linglung lalu terseok di atas tumpukan sofa merah bekas, dekat pembakaran sampah. Tempatnya di dalam deretan gang […]

SelanjutnyaMore Tag

Nilam-Dua

Sudah tiga hari ibu pergi, untuk selamanya… Masih teringat jelas busa yang keluar dari mulutmu bu Entah kenapa hari ini banyak orang menjadi diri yang lain .. Menjadi diri sendiri jauh lebih sedikit daripada menjadi orang lain karena hanya akan sedikit orang yang mau memahami, mau menggandeng dan berjalan bersama kebahagiaan itu bukan tergantung penerimaan […]

SelanjutnyaMore Tag

[1] 40 hari Bunda Nilam

Namanya Nilam, berjuta kuman menempel dari yang sungkan sampai begitu liar, menggerogoti borok di kaki.    Antiseptik dari mata Nilam sudah habis.,sejak semalam, dipakai menangis di depan gundukan tanah makam; sepotong saja, yang dicicil dari preman kuburan. Ibunya meninggal karena keracunan, begitu penjelasan paman Keracunan janji-janji wakil rakyat.               […]

SelanjutnyaMore Tag

Okta dan Padma

Okta sedikit kecewa ketika lagu berakhir. Padma melepaskan genggamannya begitu saja dan mimpi indah seakan berakhir. Pesta ulang tahun ke 17nya Cahaya, teman satu sekolah Okta dan Padma yang dikemas begitu ‘wah’, menjadi tak bercahaya lagi barusan.         Padma berbisik lembut.. “Okta, besok ketemu sore di depan toko elektronik koh Gin ya. Okta hanya mengangguk pelan. […]

SelanjutnyaMore Tag

Mengapa Oktavarium

Penulis suka saja istilah ini Salah satu nama album Dream theater, Octavarium Mungkin karena sering terlintas lalu akhirnya terus suka Bahkan menjadikannya sebagai term personal, bayangan jatuh, ternyata itu sosok manusia yang pura-pura menari padahal lekukan gesturnya aneh.   Dia hendak menggambarkan sensasi ganjil bawah sadar tapi lama-lama dia dinamai Okta, bukan karena dia lahir […]

SelanjutnyaMore Tag

Untuk perempuan di pojokan

Ia ada untuk menjawab segalanya Gak perlu tergesa untuk mengikat dirimu.. Ia membuatmu sabar pada keadaan, agar bisa diluruskan kala keliru Ia menjadikanmu pendoa, agar lebih lama menjaga kehormatan Ia menciptakan lelaki-lelaki di sekitarmu, agar lebih menyadari bahwa tampan adalah susunan belulang yang rapih pas diciptakan. Lalu, UNTUK YANG CANTIK Entah mau bagaimana jungkir balik […]

SelanjutnyaMore Tag

Batas Rasa

Batas mengisyaratkan sesuatu hanya “sampai di sini.”Seperti tulisan di tempat ibadah yang merupakan tanda bahwa kamu harus melepas kasut. Seperti Dungdung yang hanya boleh sebatas pagar luar rumah. Seperti lampu yang dipadamkan sejenak saat lilin natal hendak dinyalakan. Seperti jam malam kost-kostan. Seperti Handphone yang dimatikan, ketika ingin menikmati waktu sendiri untuk membaca buku. Seperti subuh […]

SelanjutnyaMore Tag

Diari papa

Diam-diam Sagu selalu menaruh hati padanya… Perjalanan memberi gambaran bahwa masih banyak yang harus kita lewati sampai hal-hal yang terkecil sekali pun. Kadang lurus, berbelok, menanjak, menurun, bahkan buntu. Haruskah berhenti? Tidak. Beliau hebat sebagai teman. Pengkritik yang baik bagi Sagu. Menyuguhkan ide dalam pola-pola yang tidak dimengerti sementara papa mungkin bisa sabar dalam menghadapiku. … ♥ […]

SelanjutnyaMore Tag

Posts navigation

1 2
Scroll to top