Tradisi bameti dan balobe

 

[pullquote align=center]

Bameti adalah suatu bentuk pencaharian sampingan terhadap hasil laut  di negeri-negeri yang hamparan pantainya sangat luas

[/pullquote]

 

[pullquote align=right]

Balobe adalah kegiatan mencari hasil laut pada tengah malam (bulan gelap) dengan tombak/ kalawai,kurkunci dan parang di saat air laut surut penuh

[pullquote align=right]

 

Kedua tradisi turun-temurun yang ada di Maluku khususnya Maluku Tengah, semenanjung pulau-pulau Lease ini adalah bentuk pencaharian sampingan. Mengapa sampingan? Karena ini adalah alternatif ketika kebutuhan konsumsi daging ikan agak sulit dan sangat mahal di pasar. Penyebab yang dominan biasanya karena musim gelombang.

Bameti dilakukan saat air laut sedang turun. Biasanya dalam melakukan tradisi bameti ada beragam bentuk kegiatannya, antara lain:

  • Amanisa/amunisa adalah sebutan terhadap kegiatan yang dilakukan kaum hawa, dengan memakai alat tangkapan yang teranyam dari bambu, dan membetuk satu wadah yang memiliki satu lobang (disebut sebagai mulu/pintu amanisa) masuk, untuk menangkap ikan kecil dalam kolam-kolam kecil yang tidak kering waktu air meti. Dengan cara 2 sampai 4 buah amanisa diletakkan mengitari sebuah batu yang di curigai tempat ikan bersembunyi, dan tentunya ketika batu tersebut di balik maka ikan yang ada pasti mencari tempat persembunyinya, maka ikan-ikan tersebut akan menerobos masuk di dalam amanisa.
  • Cari Bia : adalah kegiatan dari semua orang tanpa memandang kecil besar, laki-laki atau perempuan, tua atau juga yang muda, yang dengan pengalaman mengamati tertentu, mereka mencari jenis-jenis siput atau keong laut (Bia) yang hidup di habitannya. Kegiatan ini, tidak juga di pandang mudah, atau juga tidak terlalu sulit bagi yang sudah berpengalaman. Sebab kesulitan terbesar, adalah tidak bisa membedakan betuk keong atau siput tertentu dengan batu-batu kecil yang berlumut. Dalam mencari Bia ada jenis bia tertentu yang sering menjadi sasaran pencarian sekaligus dijadikan hobi bagi orang laki-laki pada umumnya, yaitu mencari bia sageru(nama bia ini lazim di Lease). Mencari bia sageru ini unik, yaitu harus memakai lidi (kumur) kelapa sebagai alat tangkapannya. Dimana lidi ini akan di tusuk tepat pada salah satu dari 2 lobang mulut bia sageru ini, maka dengan sendirinya bia sageru akang menutup tubuhnya dan tertahan lidi tersebut di tubuhnya. Sebab bia ini tertanam di dalam pasir, dan sulit menemukan bentuk dirinya, hanya dapat di tandai dengan dua lobang yang muncul di permukaan pasir tersebut. Khusus untuk mencari bia Sageru di haruskan berjalan tidak terburu-buru, karna sangat sensitif sekali bia ini, dan spontan akan menutup dua lobangnya (yang adalah mulutnya).
  • Gale taripang adalah kegiatan menggali jenis teripang tertentu. Bagi mereka yang sudah berpengalaman mereka tahu betul tempat teripang ini hidup. Biasanya jenis teripang ini hidup bekelompok dalam pasir dan karang. Dengan begitu harus memakai linggis sebagai alat untuk menggali lobang untuk menemukan teripang-teripang ini. Teripang jenis ini biasanya memiliki nama tertentu di setiap negeri di Pulau Lease. Kalau di negeri Booi, dahulu hingga kini dikenal dengan nama Teripang Sai-sai.
  • Adapula yang mencari jenis jamur-jamur tertentu, yang bisa di makan.

 

Balobe merupakan tradisi yang sudah mengakar, untuk mencari ikan atau guritadan hasil laut sejenis yang tidak beda jauh saat bameti. Balobe biasanya menggunakan obor atau lampu. Alat-alat yang digunakan untuk balobe diantaranya parang, kalawai (sejenis tombak, yang bermata 2-5 cm), kurkunci ( besi kecil yang salah satu ujungnya di tajamkan dan memakai taji/sanggi-sanggi yang sengaja di buat sebagai alat pelengkap Kalawai. Bila dibandingkan dengan kegiatan bameti, balobe lebih gampang mendapatkan ikan, sebab malam hari ikan atau gurita terkesan jinak tinggal di potong atau di tikam memakai kalawai atau kurkunci.

 Bameti dan balobe menjadi turun-temurun bahkan menjadi aktivitas kekerabatan karena generasi terdahulu yang tekun mendalaminya, mengingat Maluku merupakan kepulauan yang dominan akan kekayaan laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Scroll to top